Saat itu nampak Amir bin Rabi’ah sedang sibuk berkemas. Ia bersama
istrinya Fatimah binti Al-Khathab sedang mempersiapkan perlengkapan dan
bekal perjalanan hijrah menuju Habasyah. Karena suatu keperluan Amir
berpamitan keluar rumah. Saat itulah Umar bin Khathab, kakak kandung
Fatimah datang. Rupanya kabar bahwa adik yang dicintainya akan
meninggalkan Mekah sampai juga kepadanya. Dengan wajah sedih Umar yang
ketika itu masih musyrik berkata,
“Apakah kalian akan benar-benar pergi wahai Ummu Abdillah?”
“Benar”
jawab Fathimah. “Kami akan pergi menuju belahan bumi Allah yang lain.
Sebab kalian telah banyak menyakiti kami, dan memaksa kami untuk
mengambil keputusan ini. Kami akan tinggal di sana, hingga Allah
memberikan jalan keluar.” Sambung Fathimah.
“Semoga...
Rabu, 12 Desember 2012
JANGAN berPUTUS asa
Selalu
memiliki keyakinan. Selalu mempunyai semangat. Selalu memupuk harapan.
Itulah sebagian sifat yang seharusnya melekat seorang mukmin. Ia tidak
pernah mengenal sikap putus asa dalam kamus hidupnya. Sebab, putus asa
berarti melemahnya keyakinan, lumpuhnya semangat, dan hilangnya
harapan. Sedangkan ia mengerti bahwa Allah telah melarang itu,
“Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah.”
Sikap
putus tidak akan pernah bisa menguasai hati orang beriman. Karena
keputusasaan hanya akan mematikan gerak hidupnya, menjadikan kakinya
tertanam dalam lumpur kelemahan, sehingga tidak mampu mengubah keadaan
dirinya. Parahnya lagi tawakalnya berangsur-angsur memudar, lalu
berburuksangka kepada Allah. Karena itu ia selalu ingat akan teguran
Tuhannya,
“Janganlah...
MENGUSIR si MALAS
“Dan
orang-orang yang berjihad di jalan Kami, benar-benar akan Kami
tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesunngguhnya Allah
bersama orang-orang yang berbuat kebajikan." (Al-Ankabut: 69) Kesungguhan
dan keluhuran cita-cita. Ya kesungguhan berarti keseriusan,
ketelitian, tekun, dan tuntas. Kesungguhan kata Ibnu Qayyim adalah
salah satu tanda kesempurnaan kita sebagai manusia,
“Kesempurnaan
manusia terlatak pada keluhuran cita-cita yang akan mengangkatnya
ke derajat yang tinggi, dan ilmu yang menunjukinya jalan menuju
kemuliaan itu.” Kesuksesan dalam hidupmu tergantung kepada sejauh mana kegigihanmu. Dan keuletan adalah jalan paling mudah meraih tujuan. Ingatlah
Allah sejak engkau bangun dari tidurmu, maka Allah akan membimbingmu
untuk selalu...
KEFAKIRAN dan KEKAYAAN yang SEBENARNYA
Ketika
kefakiran itu hanya dimaknai sebagai kekerungan atau ketiadaanmu
secara materi, maka tak terbilang manusia benar-benar menjadi menjadi
fakir. Sebab, kekuatan kemanusiaannya menjadi lemah dan rendah.
Kesimpulan itu berubah menjadi rasa, sehingga merusak segala potensi
dan kekuatan jiwanya.
Ketika
kefakiran itu dimaknai sebagai ketiadaan wujud amal baik pada diri
kita, maka semua manusia berpeluang menjadi kaya. Kekuatan kemanusiaan
kita akan bangkit, dan semua potensinya akan bermunculan.
Ketika
rasa takut itu tertuju para kekurangan dan penderitaan hidup, maka
kata ‘takut’ itu akan manafsirkan seratus kerendahan yang sebenarnya
tidak menakutkan.
Akan
tetapi ketika rasa takut itu tertuju kepada kepada kehidupan akhirat
dan siksa-Nya, maka jadilah kata...
seperti PELITA KACA seperti MUTIARA
“Allah
(Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah,
adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada
pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan
bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak
dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di
sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang
minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api.
Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada
cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat
perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala
sesuatu.” (An-Nur: 35)Harus
jujur saya akui bahwa ini adalah sebuah kelalaian. Sering membaca...
Siapa Memilih untuk Menderita?
Ibnu
Taimiyah berkata,“Jika seseorang merasakan kelezatan dan kebahagiaan
bukan karena Allah, bukan pula di jalan Allah, maka ia tidak akan
berkekalan. Ia akan segera bosan dan berpindah dari satu macam kelezatan
pada kelezatan yang lain, dari seorang ke orang yang lain. Ia bisa
menikmatinya dalam satu keadaan, namun tidak dalam keadaan yang lain.
Bahkan sebaliknya, bisa jadi dia menderita karenanya, hingga bahagia itu
menyiksa batinnya.”
Ketahuilah,
siapa saja yang mencintai sesuatu karena selain Allah, maka yang
cintainya hanya akan menyakitinya, dan menjadi penyebab hatinya
tersiksa; baik cintanya terbalas ataupun tertolak. Sebab, jika ia tidak
bisa meraihnya, ia akan menderita dan tersiksa karena terpisah, jika ia
mendapatinya pun, deritanya akan lebih banyak...
CITA-CITA para JUARA
Sejarah
mencatat sebuah peristiwa ‘sederhana’ yang terjadi belasan abad silam.
Empat orang pemuda sedang berada di Ka’bah, dekat Rukun Yamani.
Mereka adalah tiga bersaudara; Abdullah bin Zubair, Thalhah bin Zubair
dan Urwah bin Zubair. Sedangkan satunya lagi adalah Abdul Malik bin
Marwan. Di tempat yang mulia itu mereka berbincang-bincang tentang
cita-cita.
“Aku bercita-cita ingin menjadi penguasa Hijaz.” Kata Abdullah.
“Aku ingin menjadi penguasa Irak.” Kata Thalhah.”
“Aku ingin menjadi seorang alim yang terpercaya.” Ungkap Urwah.“Jika kalian merasa puas dengan cita-cita kalian, maka saya pun bercita-cita ingin menjadi khalifah bagi seluruh kaum muslimin.” Pungkas Abdul Malik. Obrolan
singkat ini dicatat oleh sejarah. Dan akhirnya sejarah pula yang
menjadi saksi...
SATU berbanding SERIBU
Ini tentang kualitas, tentang sedikit tapi banyak. Tentang individu yang menjelma menjadi umat.
Pasukan
Islam yang dipimpin Qataibah bin Muslim berhadapan dengan pasukan
At-Turk yang seolah tak berujung. Mereka serasa seperti beberapa ekor
semut berhadapan dengan sepasukan gajah. Disaat-saat genting seperti
ini. Qutaibah menyadari bahwa ia membutuhkan seorang kesatria yang
sebanding dengan seribu pasukan.
“Dimana Muhammad bin Wasi’? tanya sang panglima. Tidak ada jawaban. “Tolong panggilkan Muhammad bin Wasi’, Saya membutuhkan beliau.” Beberapa
orang kudian menelisik barisan pasukan yang berdiri kokoh. Selang
beberapa lama mereka menemukan Abdullah bin Wasi’ tengah di sisi lain
pasukan itu. Ia berdiri dengan bertumpu pada tombaknya, sementara
teluntuk tangan kanannya menunjuk...
Selasa, 11 Desember 2012
MATI sebelum MATI
Pada mulanya kau mendengar dan menyakiskan Ada janji dan kesanggupan Berganti alam Kau awali kehadiranmu dengan tangis Selanjutnya tertawa, menghibur dan mengundang senyum Kau timang bahagia di hati mereka Bekal perjalanan sudah dipersiapkan Pendengaran lalu penglihatan Dan hati Agar kau bersyukur. Berjalan searah tujuan penciptaan. Telinga mendengarkan Mata memandang Hati menyerap setiap pelajaran Lalu terpahat indah Menjadi hidup Menjadi gerak Tapi, adakah setiap yang kau dengar dan lihat terserap menjadi pelajaran? Atau sebenarnya kau buta dan tuli? hanya onggokan daging yg tak memiliki kehidupan? Jika panggilan kehidupan itu tidak juga kau pedulikan Bersiaplah untuk mati sebelum datangnya kematian. ...
SYUKUR
Seorang
lelaki mendatangi Yunus bin Ubaid. Lelaki itu mengeluhkan
kesulitannya, tentang ekonominya yang seret, tentang kesedihannya. Setelah mendengar keluh-kesah tamunya ini, Yunus bin Ubaid bertanya, “Apakah kamu mau jika aku membeli penglihatanmu dengan 100 ribu dinar? “Tentu tidak.” Jawabnya. “Kalau pendengaranmu?” “Tidak.” “Jika dengan lisanmu?” tanyanya lagi. “Jelas saya tidak mau.” “Kalau dengan akalmu?” “Apalagi dengan akalku, aku lebih tidak mau.” Kemudian
Yunus bin Ubaid mengingatkannya dengan nikmat yang masih Allah berikan
padanya. Kemudian beliau berkata, “Aku menyaksikan ratusan ribu nikmat
pada dirimu, akan tetapi kamu masih saja mengeluhkan keadaanmu.” Fabiayyiaalaaairabbikuma tikadzdzibaa...
Hidup = Gerak
Mendekati
akhir, menelusuri tulisan di 'rumah lama' saya tersenyum. Ternyata ada
ya tulisan saya yang seperti ini. O ya, ketika menulisnya saya sedang
merasa jenuh dengan setumpuk pekerjaan yang seolah tiada habisnya. Lalu
rehat sejenak, dan jadilah seperti ini:
Menyusuri
tiap baris kalimat, menata titik dan koma, agar tak salah tertangkap
makna. Membumikan pesan agar tumbuh, berbuah lebat, berdaun rindang.
Mengubah pesan dari bumi gurun agar bercitarasa negeri seribu pulau.
Dan ketika jiwa lelah terjebak jenuh. Kau
harus jujur bahwa ada sisi jiwamu yang hilang. Alpa dari mengeja
ayat-ayatNya yang terhampar sejauh mata memandang, berganti gelap menuju
terang, terbit dan terbenam, berganti warna beralih musim. Bisa saja
kau beralasan bahwa jiwamu terbang...
Inginmu Merengkuh Dunia
Jika
kau perturutkan segala maumu, seakan bisa merengkuh seisi dunia,
padahal ia akan merusakmu. Dan pada akhirnya kau sampai pada kesimpulan
bahwa ternyata ia berakhir fana. Dan hakikat sejati adalah apa yang
engkau perbuat untuk negeri akhirat. Kemenangan duniawi selalu
berujung kesedihan; Ia lepas dari genggamanmu, atau kaulah yang
terpaksa meninggalkannya. Keduanya adalah keniscayaan. Kecuali kebajikan
yang engkau perbuat karena Allah semata, ia selalu berakhir
kebahagian, segera atau tertunda; yang segera adalah engkau tak
bersedih dengan apa yang menjadikan mereka bersedih. Dihargai oleh kawan,
dan disegani oleh lawan. Sedangkan di sana, balasannya adalah surga.(IBN HAZM Al AL ANDALUSI...
DOA CINTA
Cinta memang kata yang tidak pernah lekang oleh zaman. Lantunan
bait syair tak pernah bisa mengungkapkannya dengan sempurna. Lautan
tinta tak pernah mampu menulis semua kalimat yang tersimpan dalam pundi
aksaranya.
Lembaran kertas tak pernah cukup untuk menulisnya hakikatnya. Tapi
yang pasti, bahwa cinta itu hanya ada dua; cinta yang membawa
seseorang semikin dekat dengan cinta sang Pencipta cinta. Atau
sebaliknya, justru cinta mengundang murka sang Maha Pecinta, karena
salah mengartikan cinta yang sejatinya adalah anugerahNya. Cinta
yang berbalut nafsu, dusta, kepalsuan, hanya akan membuat tuli dan buta
mata hati. Sedangkan kelak di akhirat akan menjadi penyesalan tak
terperi. Seperti nasihat Nabi kepada salah seorang shahabat beliau (Abu Darda),
"Cintamu pada...
Senin, 10 Desember 2012
MEMOHON HATI yang SADAR
Suatu ketika
al-Bukhari muda sedang mengikuti pelajaran gurunya, Ishaq bin Rahawaih.
Ditengah pelajaran itu sang guru berujar, "Seandainya ada di antara
kalian yang mengumpulkan hadits-hadits shahih dari Rasulullah
Shalallahu'alaihiwasallam. Lalu menjadikannya dalam satu buku."Di
tempat dan waktu yang berbeda, adz-Dzahabi muda sedang asyik mencatat
pelajaran dari gurunya, Imam ar-Razi. Sang guru mendekat dan menilik
tulisan muridnya itu. Melihat tusan muridnya, ar-Razi berkomentar,
"Catatanmu mirip sekali dengan tulisan para hali hadits."Di
zaman yang berbeda, Imam Ibnu Hajar sedang membaca salah satu buku
karya Ibnu Khaldun, pakar sejarah dan Ilmu Sosial yang kesohor itu.
Dalam buku itu Ibnu Hajar tercenung dengan sebuah ungkapan, ketika Ibnu
Khaldun mengomentari Al-Jami'...
PERJALANAN menuju SENJA
Sejenak merenung diri
Tentang aku juga kau
Tentang kehadiranku juga kau di sini,
di dunia ini
tentang tujuan peciptaan yang bukan main itu
Hingga dimanakah perjalanan itu kini?
Adakah matahariku juga mataharimu masih bersinar esok hari?
Adakah aku dan kau menikmati senja yang indah itu nanti?
Ataukah matahriku dan juga mataharimu tenggelam sebelum senja itu tiba?
Saat aku dan juga kau, tutup usia.
Disinilah aku juga kau semestinya berhenti. Sesaat saja
Mengaca diri, itu yang kita perlukan senantiasa.
Adakah jalan ini menuju ke titik semula?
Jalan yang menaiki tangga syurganya
Ataukah sedang melaju menuju jurang neraka
Atau aku juga kau, sedang...
BANTENG yang SOLIDER VS KELINCI yang INDIVIDUALIS
Mencoba
main-main dan menyaksikan dua sort video. O ya, video yang saya maksud
saya lihat lihat di naqatube.com; website yang khusus menyajikan video yang
sudah di saring (dari youtube juga sich kayaknya). Sepertinya namanya, naqa
artinya bersih. Situs ini bisa menjadi alternative bagi Anda yang tidak
ingin terganggu dengan sajian youtube yang tidak atau belum tersaring. Video
pertama, di padang savana, beberapa ekor kelinci sedang asyik
bercengkerama, memakan rerumputan hijau nan segar. Tiba-tiba ada seekor
musang datang dan langsung menyasar seekor kelinci. Hanya seekor. Si
musang terus mengejar dan mengejar. Kelinci berlari, maneuver, berputar
dan menghindar. Musang tidak peduli dengan kelinci lain yang ada di
sekitarnya. Ia hanya mengerjar satu. Dari sini mungkin kita...
DiK,,,!
Untuk kedua adikku yang sedang berjuang di belakang menja ujian (Semester)…
Dik, teruslah belajar dan belajar…Kalian memang masih kecil-kecilTapi akak bangga…bangga bukan mainKalian sudah berani tinggalkan kampung halamanKalian sudah berani menyeberangi laut hingga di sini Kalian sudah berani menabung kerinduan pada ayah bunda Kalian sudah berani belajar hidup mandiri…Kalian sudah banyak bertemu dan bergaul dengan berbagai ragam manusia…Teruskan keberanian itu…Teruskan…!
Rasa rindu itu, kalo ditabung, akan sangat manis ketika kita berjumpa nanti…Rasa
lapar ketika tiada lagi uang belanja, akan sangat berguna mengajari
kita bagaimana bersyukur kepadaNya, berterimakasih pada ayah-bunda, pada
guru, teman dan semuanya… Jika sudah tak tahan rindu, datanglah kemari nanti selepas ujian…Kita...
BUKAN yang INI TAK ingin yang ITU
Untuk diriku selelu: Jika hendak bercermin jiwa. Cobalah cari dirimu dalam kalamNya... Adakah kau berada dalam barisan ulaa-ika humul mukminuuna haqqa [mereka itulah mukmin yang sebenarnya]? atau jangan-jangan kau termasuk alladziina qaaluu amannaa bi-afwaahihim walam tukmin quluubuhum? [orang-orang yang berkata 'kami beriman' dengan mulut-mulut mereka, akan tetapi sajatinya hati mereka belum beriman]?
Adakah kau itu golongan alladzina fie shalatihim khsyi’un? [orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya]Atau sebaliknya orang yang waidza qaamuu ilasshalati qaamuu kusaalaa yuraa-uunannas?[Jika mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas]
Apakah dirimu tergolong yang ‘anil laghwi mu’riduun?[berpaling dari segala perkara yang tiada bermanfaat] Atau justru termasuk...
LAKUKAN dengan BENAR
Seorang ibu tengah lelap dalam tidurnya. Tiba-tiba dala tidurnya ia bermimpi melihat anak laki-lakinya yang sudah menginjak remaja sedang menyalakan korek api. Anehnya, anak itu mendekatkan korek api yang menyala tersebut hingga membakar kedua matanya. Si ibu kaget dan terbangun. “A’udzu billahi minasysyaithanirrajiiim.” Ucapnya lirih.
Terselip perasaan khawatir terhadap buah hatinya. Apa kiranya makna mimpinya itu. Jangan-jangan…Akhirnya ibu yang penyayang itu menengok anaknya di kamar sebelah. Ia ingin meyakinkan anaknya dalam keadaan baik-baik saja. Ketika di sampaing jendela kamar, ia meligal pantulan cahaya layar monitor dari dalam kamar. Pertanda bahwa anaknya belum tidur. Namun lamat-lamat ia melihat ada yang tidak beres.
Astaghfirullah, bayangan itu…? Rupanya si anak sedang melihat...
Minggu, 09 Desember 2012
SEDIKIT PERUBAHAN
Seorang tuna netra duduk di pinggir jalan yang
ramai. Dia didepatnya terdapat wadah kecil berisi berapa uang kertas
dan beberapa keping uang receh. Disamping sebuah papan kecil
bertuliskan: “Saya Buta, Mohon Bantuannya” Lama ia
duduk di situ. Orang-orang berlalu lalang di sekitarnya; lebih banyak
yang berlalu tidak peduli. Seorang pejalan kaki berhenti, merogoh
sakunya, lalu meletakkan uang di
wadah
milik pengemis. Sebelum berlalu, ia mengambil papan tulis kecil di
samping pengemis, menghapus tulisan, lalu menggantinyad dengan tulisan
yang lain, kemudian meletakkannya kembali di tempat semula. Ia kemudian
berlalu meninggalkan pengemis... Tidak seperti biasanya, wadah milik
pengemis sudah penuh berisi uang. Pengemis merasa ada yang tidak biasa.
Setelah berpikir sejenak, ia...
BACAAN dan DOA SHALAT DHUHA
Adakah bacaan yang khusus untuk dibaca dalam Shalat Dhuha, dan adakah doa khusus untuk dibaca setelah kita melaksanakan Shalat Dhuha?
Penting untuk kita ingat bahwa perkara ibadah adalah perkara yang bersifat tauqifi, artinya bersifat paket dari pembuat syariat. Kita hanya berkewajiban untuk melaksanakan sebagaimana adanya tanpa menambahi atau mengurangi. Ibadah yang bersifat mutlak dan umum tidak boleh dikhususkan, demikian sebaliknya ibadah yang bersifat khusus baik bilangan, tempat maupun waktunya tidak boleh dimutlakkan tanpa batasan.
Demikianlah yang berlaku duntuk Shalat Dhuha. Dhuha adalah ibadah sunnah yang telah ditetapkan waktunya, tatacaranya, kecuali bilangan rakaatnya yang memang tidak dibatasi jumlah maksimalnya.
Mengenai bacaan Shalat Dhuha tidak ada...
HADITS AGAMA ADALAH AN-NASHIHAH
Hadits ke-3
عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا لِمَنْ قَالَ « لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ
“Dari Tamim Ad-Dari bahwa Nabi Shallahu’alaihiwasallam bersabda, “Sesungguhnya agama adalah nasihat, agama adalah nasihat, agama adalah nasihat. Para shahabat bertanya, untuk siapa wahai Rasulullah? Untuk Allah, Rasul-Nya, kitab-Nya, untuk imam kaum muslimin dan kaum muslimin secara umum.” (HR. Muslim)
Nabi Sallallahu’alaihiwasallam mengulang-ulang kata nasihat untuk menekankan dan menunjukkan pentingnya masalah ini, dan agar umat mengetahui hak ilmu, serta menjelaskan bahwa agama (Islam) seluruhnya terangkum dalam satu kata yaitu an-nasihah, yaitu dengan melaksanakan lima...
LIMA KARAKTER SHAHABAT (2)
Melazimi Sunnah
Sunnah adalah perkataan, perbuatan maupun ketetapan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, baik yang beruapa perintah maupun larangan. Mengikuti sunnah Rasulullah berarti meneladani segala aspek kehidupan beliau; keyakinan, ibadah, akhlak, maupun muamalat beliau, menerima segala ketetapan beliau dan berhukum kepada syariat yang beliau bawa dengan sepenuh hati. Dan bagi seorang muslim, mengikuti sunnah adalah bukti kebenaran iman dan tanda kejujuran dari peryataan syahadatnya, wa asyhadu anna muhammad rasulullah. “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan...
IKHLAS dan MUTABA'AH
Hadits ke-1 dan ke-2
عَنْ عَمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ
قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ
يَقُوْلُ
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا
فَهِجْرَتُهُ إِلَىمَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.
Dari
Umar bin Khaththab radliyallahu’anhu bahwasanya ia mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam
bersabda,”Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung niatnya, dan setiap
orang akan mendapatkan (balasan) sesuai dengan apa yang ia niatkan; barang
siapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan
Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita...