Rabu, 05 Desember 2012

SIAPA hendak MENIKAH dengannya?

Alkisah, seorang pemuda mengatakan kepada Ayahnya,
“Yah, aku pengen nikah. Aku sudah punya pilihan seorang gadis yang telah membuatku jatuh cinta.”
Dengan wajah sumringah si ayah menyahut,
 “Ow,,,siapa dan dimana gerangan gadis yang memikat hatimu itu. Ayah akan melamarnya untukmu, sayang.”
Keduanya pun berangkat ke rumah gadis itu. Sesampai di rumah si gadis, si Ayah begitu terkesima dengan kecantikan si gadis,
“Nak, gadis seperti dia tidak cocok untukmu. Dia hanya pantas menikah dengan orang yang sudah berpengalaman seperti Ayahmu ini.”  
Si anak terkejut bukan main mendengar perkataan ayahnya, 
“Ayah..! Yang mau menikahi dia itu saya, bukan ayah..!”
Keduanya pun terlibat cekcok yang berujung di kantor polisi. Setelah polisi mengetahui sebab persekcokan, seorang polisi ditugaskan untuk menemai mereka mendatangi rumah si gadis dengan maksud untuk dimintai keterangan. Setelah polisi melihat si gadis la dhala, dia pun langsung kepincut. Senyumnya itu loh…
“Kalian berdua memang tidak pantas menikah dengan gadis secantik dia. Dia hanya pantas untuk pria keren nan maco seperti saya.” Kata polisi bermata jaring itu.
Ketiganya pun terlibat adu mulut dan hampir terlibat perkelahian. Akhirnya membawa mereka ke pengadilan. Si gadis diminta datang menghadiri sidang sengketa yang tidak adil ini.
Si gadis pun memenuhi panggilan hakim…mak jegagig…begitu si gadis memasuki runag sidang, pak hakim yang kurang bijak itu pun tak kuasa menahan rasa kepada gadis itu. Dia terlalu menarik untuk dibiarkan menjadi milik orang lain.
“Demi rasa keadilan kalian bertiga saya putuskan untuk tidak boleh menikah gadis itu.” TOK..TOK..TOK..!
Palu sudah diketuk. Ayah-anak dan pilisi protes keras.
“Begini saja, saya punya solusi yang adil untuk kalian semua.” Kata gadis itu dengan lagak sok kemayu.
“Apa itu?”
“Siapa yang berhasil mengejar dan memegangku pertama kali, maka dialah calon suamiku.”
Mantab…semua setujuuu.
Gadis itu berlari. Keempat lelaki naas beradu kencang mengejar si gadis. Saling sikut, saling jegal, takling, hadang silih berganti, keempat anak manusia bernasib malang itu jatuh bangun mengejar gadis cantik itu. Ketika tangan mereka telah hampir memagangnya gadis itu melesat bagai kilat. Ketika ada yang hampir bisa memeluknya, gadis itu menghindar dengan lihai…Akhirnya keempat lelaki malang  itu jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam. Keempatnya tiada pernah bisa kembali lagi. Si gadis tertawa di atas sana,
“Hey…Tahukah kalian siapa aku?
Hahaha…Aku adalah dunia. Semua orang mengejarku. Tapi akhirnya mereka bernasib sama seperti kalian. Masuk kubur sebelum ia benar-benar mendapatkan aku.”  

*Dari kitab Qashshas ‘Allamatni Al-Hayat, Muhsin Jabar, dengan sedikit pengubahan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan